Berita

Sholat Jumat berjamaah di Masjid Raya Batam Berjalan Seperti Biasanya

Batam, Jarrakposkalbar.com | Masjid Raya Batam ini, Jumat kemarin tetap dibuka untuk melaksanakan sholat jumat berjamaah.
Konon katanya Batam belum termasuk wilayah merah.

Di masjid Istiqlal Jakarta sholat jumat berjamaah sudah ditiadakan. Tetapi masjid penuh dengan orang sholat zuhur berjamaah. Ya begitulah sebahagian masyarakat memahaminya.
Wilayah Monas, Gambir dan sekitaran masjid itu, banyak orang mencari nafkah harian, tak mungkin pula bisa pulang ke rumahnya masing masing hanya untuk sekedar sholat zuhur kembali ke rumah.

Dok. Foto Jarrakposkalbar.com

Masjid Istiqlal itu tidak pernah sepi selama 24 jam. Beberapa kali pernah menginap tidur di pelataran masjid itu, membayangkan orang datang kesitu dari berbagai pelosok dan berbagai kepentingan pula.

Masjid Raya Batam, mempunyai pintu tidak kurang 12 buah, empat di sebelah selatan, barat dan utara. Sekitar pukul 11.40 menit aku masuk kedalam masjid. Dua orang petugas perempuan memakai tutup masker muka memegang alat pengukur suhu yang didekatkan ke kekening setiap orang yang masuk.

Pintu sebelah utara pintunya tetap terbuka, tak banyak jamaah yang keluar masuk. demikian pula pintu sebelah timur. Pintu sebelah selatan hanya dua saja yang dibuka dari pintu itulah jamaah yang akan masuk kedalam masjid diperiksa suhu nya.

Tak lama kemudian pintu sebelah utara pun ditutup kulihat petugas masjid mengarahkan jamaah ke pintu sebelah selatan. Tetapi sudah cukup banyak orang yang masuk melalui pintu itu tanpa diperiksa.

Mendekati pukul 12.00 jamaah sudah mengular dipintu selatan, petugas kewalahan memeriksa mereka mungkin karena alat pemeriksa panas tubuh itu hanya dua.
Tiba tiba jamaah masuk ramai ramai dari pintu timur tanpa diperiksa, tak sabar menunggu discaning agaknya. Dan dari pintu selatan pun demikian pula. Azan pun berkumandang.
“Low batt barangkali alatnya.” ujar pak Gafaruddin yang duduk disamping kananku. Jadi tak diperiksa lagi.

Pak Gafaruddin ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepri, kami acap berjumpa sholat jumat di masjid Raya Batam ini, sering berbincang tentang masaalah hal sebelum sholat dimulai, terkadang aku yg datang duluan dan terkadang beliau, Shaf kami nyaris tak pernah berubah.

Tetapi hari itu dia menoel pundakku, dengan senyum khasnya lelaki Makassar itu tak menyalamiku seperti biasa kami berjumpa. Ada himbauan merubah metode jabat tangan. Akupun maklum.
Kulihat disekeliling jamaah tak salam salam dengan berjabat tangan.

Namun tak lama kemudian kotak infaq masjid yang jumlah nya puluhan itu mulai beredar dari satu jamaah ke jamaah yang lain.
Kotak itu tak bisa jalan sendiri meskipun ada empat rodanya. terpaksalah di didorong dengan telapak tangan.

Kulihat sebagian jamaah memasukkan uang ke kotak itu dengan telapak tangan kanan dan menutup dengan tangan kiri agar tak terlihat uang yg dimasukkannya.

Satpol PP yang duduk di samping kiri belakangku menggeser kotak itu kepadaku. Kukatakan padanya, sambil tersenyum salaman jabat tangannya melalui kotak infaq. Kalaupun ada virus ditangan jamaah sudah singgah terlebih dahulu di kotak infaq berjalan itu.

Begitulah kami berusaha mengantisipasi virus corona ini tidak mewabah, ada hand sanitizer didepan pintu masuk masjid. Meskipun tidak disemua dipintu masjid tersedia, jamaah masjid ini ribuan jumlahnya. Bisa dihitung koq satu menit berapa orang bisa terlayani.

Maaf para jamaah sekalian, atas ketidak nyamanan ini ujar petugas masjid, karpet kami gulung, ada bau dispestan yang tadi disemprotkan.

Khotbah pun tak begitu panjang hanya sekitar lima menit dan iman hanya membacca surah Al kafirun dan surah Al ikhlas.

Editor: Effendi | GR

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close